5 Tips Sukses Menjadi Seorang Hakim Pajak

5 Tips Sukses Menjadi Seorang Hakim Pajak

Kementerian Keuangan RI terus membuka peluang dan kesempatan bagi WNI yang tertarik untuk menjadi hakim di pengadilan pajak. Dari berbagai persyaratan yang ada, tentunya calon hakim harus memenuhi syarat tersebut dan lolos dari tes yang diadakan.

Menjadi seorang hakim tentunya bukanlah tugas yang mudah, apalagi ini berhubungan dengan pajak negara yang masih ada uang rakyat di dalamnya, kalau salah mengambil keputusan bisa membawa dampak buruk baik bagi rakyat maupun bagi negara. Tertarik menjadi hakim pajak maka simak 5 tips suksesnya di bawah ini:

Menguasai Dasar Ilmu Perpajakan

Tidak mungkin Anda berhasil menduduki jabatan bergengsi sebagai hakim pajak bila Anda tidak memahami sama sekali apa itu pajak dan dasar-dasar mengenai ilmu perpajakan. Sebagaimana yang tertuang di persyaratan administrasi calon hakim pajak di minta untuk memiliki pengetahuan serta keahlian di bidang pajak, memahami tentang ilmu dasar perpajakan serta hukum perpajakan adalah hal yang wajib.

Berpikir Komprehensif

Membicarakan pajak adalah hal yang rumit, dalam perpajakan ada banyak pendapat jadi tidak jarang akan menemukan perbedaan pendapat. Selain berpikir secara komprehensif, seorang hakim pajak pun harus mau untuk terus maju dan belajar mengingat makin ke sini makin banyak saja jenis pajak dan aturan pajak yang dikeluakan oleh pemerintah, seorang hakim pajak harus bisa meleburkan pemahaman baik itu di bidang ekonomi, hukum atau akuntansi.

Memiliki Cara Pandang Visioner

Seorang hakim pajak hendaknya memiliki cara pandang visioner, karena hal utama yang akan dilihat oleh banyak pihak adalah cara pandang. Hakim pajak harus memiliki kemampuan untuk melihat dalam jangka panjang, apakah keputusannya akan berdampak baik bagi negara dalam beberapa tahun ke depan.

Kepribadian Baik

Tidak hanya pandai, cerdas, memiliki pandangan yang kuat tentang ilmu perpajakan, seorang hakim pajak hendaknya pun memiliki kepribadian yang baik sehingga citranya di mata masyarakat bisa diterima dengan baik.

Mempersiapkan Kondisi Fisik

Menjadi hakim pajak tentunya banyak membebani pikiran Anda, bila tidak menjaga fisik dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan mudah terkena penyakit saat terlalu stress, jaga pola makan dan rutin berolahraga agar tubuh tetap sehat dan kuat.

Sumber : jasa konsultan pajak jakarta

Tips Siapkan Dana Darurat dan Investasi Secara Bersamaan

Tips Siapkan Dana Darurat dan Investasi Secara Bersamaan

 

Banyak hal yang harus dicermati dalam hal keuangan. Apalagi berkaitan dengan pos penting dalam keuangan. Selain pengeluaran rutin, pengadaan dana darurat serta investasi adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam hal keuangan. Pos ini adalah sumber dana untuk mengatasi hal yang tak terduga, dan mungkin saja terjadi dalam kehidupan Anda. Tetapi, walaupun dikatakan sangat penting, pengadaan pos ini sering dilupakan.

 

Pahami dengan Baik Fungsinya

 

Pengadaan dana darurat serta investasi bisa membantu kondisi keuangan agar lebih aman. Dana darurat bisa menjadi dana yang digunakan untuk mengatasi kondisi darurat dimana kita tak mempunyai sejumlah uang yang cukup untuk mengatasinya. Kondisi ini bisa terjadi setiap saat serta memerlukan dana yang cukup besar seperti PHK, sakit. Berbagai kondisi ini harus diantisipasi dengan baik dari awal.

 

Investasi pun menjadi hal yang tak boleh dilupakan karena ini bisa mempermudah kita mencapai tujuan keuangan. Contohnya, kita membutuhkan dana untuk membeli mobil, rumah, dan lainnya.

 

Lebih Penting Dana Darurat atau Investasi?

 

Bila melihat fungsi yang dimilikinya, entah dana darurat atau pun dana investasi merupakan hal yang sama-sama penting di dalam keuangan kita. Bukan hanya untuk masa mendatang saja, tetapi keduanya adalah penyelamat keuangan jika kita mengalami masalah keuangan. Persiapan dana darurat serta investasi bukan menjadi hal mudah, apalagi jika kita tak pernah melakukannya.

 

Cara Siapkan Dana Darurat dan Investasi

 

Untuk menyiapkan dana darurat sekaligus investasi, sanat penting melakukan perhitungan sejak awal. Ini bisa membantu kita sehingga lebih mudah mengelola keuangan serta mengalokasikan dana yang diperlukan di dua pos tersebut. Tak hanya jumlahnya, melainkan hitung pula waktu yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah tersebut, walaupun dikatakan sangat besar, dana ini bisa dipersiapkan secara bersamaan.

 

Caranya, Anda bisa mengalokasikan 20% dari pendapatan. 10% untuk kebutuhan investasi dan 10% untuk dana darurat. Cara ini bisa membantu lebih terarah untuk persiapan keduanya dengan baik. selain itu jangan lupa kebijakan khusus seperti membuka rekening yang berbeda.

Sumber Referensi : Hashtagoption

Sekarang Gaji Rp. 4.5 Juta Bebas Lapor SPT

Sekarang Gaji Rp. 4.5 Juta Bebas Lapor SPT

Tahukah Anda jika saat ini pemerintah telah mengatur atau menetapkan batas dari Penghasilan Tidak Kena Pajak, menyebutkan jika wajib pajak yang mendapatkan pendapatan atau gaji setara RP. 4.5 juta/bulan atau ditotal menjadi Rp. 54 juta/tahun tidak diperkenankan untuk membayar pajak. Meskipun bebas dari membayar pajak, Anda yang memiliki gaji dengan jumlah tersebut, tetap harus melaporkan SPT Tahunan PPh.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan serta Humas Ditjen Pajak, yakni Hestu Yoga Saksama berkta jika masyarakat yang menerima pendapatan dan masuk ke dalam kategori PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) wajib turus serta menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak di tahun sebelumnya.

Kewajiban untuk melaporkan SPT pajak bagi mereka dengan penghasilan pokok Rp. 4.5 juta/bulan akan berhenti secara otomatis bila status non efektifan telah disetujui oleh KPP. Jadi bila Anda telah mengantongi status non efektifan ini Anda tidak perlu lagi melaporkan SPT tahunan di tahun berikutnya. Namun, selagi status Anda belum non efektifan, maka otomatis Anda selaku wajib pajak berhak dan wajib melaporkan SPT Tahunan pada pemerintah.

Surat Tagihan Pajak

Dalam keadaan tertentu, Hesti Yoga mengatakan jika Kantor Pelayanan Pajak sangat mungkin menerbitkan STP (Surat Tagihan Pajak) mengingat wajib pajak tidak serta merta melaporkan SPT Tahunannya. Maka dari itu, semua wajib pajak dihimbau untuk melaporkan SPT Tahunan lantas mengisi formulir permohonan non efektifan jadi tahun depan tidak perlu lagi dipusingkan dengan pelaporan SPT Tahunan.

Status wajib pajak sudah non efektifan hanya berlaku bila KPP telah menetapkannya jadi dengan kata lain wajib pajak tidak perlu lagi lapor SPT selama pendapatannya tetap masuk ke PTKP.

Status non efektifan NPWP seseorang dari KPP sangatlah penting karena status ini yang akan membawa Anda pada kebebasan melaporkan pajak setiap tahunnya. Jadi bila Anda bekerja dan mendapatkan pendapatan sekitar Rp. 4.5 juta segera laporkan SPT Tahunan tahun lalu dan ajukan formulir untuk non efektifan pada KPP terdekat yang ada di kota Anda.

Sumber Referensi : smconsult